Breaking

Selasa, 31 Oktober 2017

5 Mitos Putih (Kinantan) Dalam Tabrak Tanding

Dalam ilmu katuranggan, ayam bangkok dibedakan menjadi kelas kelas-tertentu menurut warna bulunya. Masing-masing kelas warna mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Salah satu yang paling unik contohnya ialah ayam bangkok putih atau kinantan.

Ayam bangkok warna ini dianggap unik lantaran adanya beberapa mitos yang menyelimutinya. Apa saja mitos ayam bangkok putih tersebut? Berikut ini ialah ulasannya!

Putih

Ada banyak mitos yang menyelimuti ayam bangkok dengan warna putih. Masing-masing mitos muncul dari kawasan yang berbeda-beda. Adapun menurut pengalaman saya sebagai botoh pemula yang beberapa kali sabung tanding ke luar daerah, mitos-mitos berikut ini ialah mitos yang paling banyak dipercaya mengenai ayam bangkok putih.

masing kelas warna mempunyai karakteristik sendiri 5 Mitos  Putih (Kinantan) dalam Laga Tanding
  1. Katuranggan Juara
  2. 19 Ciri Unggul
  3. 3 Obat Ngorok

1. Penolak Bala

Mitos pertama ihwal ayam bangkok putih terkait dengan sarana penolak bala. Ayam bangkok putih (kinantan) bila dipelihara di rumah, dipercaya sanggup menciptakan segala penyakit dan gangguan halus yang hendak menghinggapi si pemilik rumah menjadi tertolak. Inilah sebabnya mengapa ayam bangkok putih sering kali dicari oleh paranormal sama menyerupai ayam cemani atau ayam hitam.

2. Ditakuti Ayam Lawan

Meski dalam katuranggan ayam, bangkok putih kinantan berada di kasta terakhir, namun bukan berarti ia tidak ditakuti oleh ayam lainnya. Kharisma ayam bangkok putih justru dirasa lebih berpengaruh dibandingkan ayam blorok, jalak, dan klawu. Hal ini bukan mitos lantaran sanggup dibuktikan langsung. Jika Anda punya seekor ayam bangkok putih, keluarkan ia berdekatan dengan ayam kampung. Lihat reaksi apa yang terjadi pada si ayam kampung tersebut.

3. Menimbulkan Keributan di Arena

Beberapa botoh bau tanah meyakini mitos yang menyebut bahwa ayam bangkok putih kalau dibawa ke arena laga (kalangan) sanggup menjadikan keributan. Mitos ini didasari pengalaman bahwa ayam bangkok putih dikala ditarungkan akan sanggup menciptakan lawannya berlari meski pertandingan gres dimulai 10 detik (kalah mental).

Keadaan inilah yang menciptakan suhu antar botoh yang menarungkannya memanas. Bukannya ayam yang bertarung, sering kali botohnya lah yang justru saling sabung pukul sampai keributan pun alhasil tercipta di arena tersebut.

Karena keadaan ini, ayam bangkok putih biasanya dihentikan dimainkan atau ditolak kalau memasuki kalangan yang besar.

4. Bisa Membuat Lawan yang Menang Turun Mental

Jika bertemu lawan yang mentalnya kuat, ayam bangkok putih akan bertarung habis-habisan. Adapun dikala pukulan lawan mengenai kepalanya sehingga darah segar mengucur dari luka, ayam lawan biasanya akan menjadi turun mental. Darah merah segar yang mengalir kontras dengan warna putih bulu si ayam kinantan akan menciptakan mental bertarung ayam lawan turun selama-lamanya. Ia tak akan pernah lagi mau bertarung dengan bringas. Inilah sebabnya mengapa jarang ada orang yang mau mengabar ayamnya dengan ayam bangkok putih.

5. Sulit Dipukul

Mitos yang terakhir seputar ayam bangkok putih ialah kejeliannya dalam menghindari pukulan lawan. Mitos ini bergotong-royong timbul jawaban warna ayam bangkok putih yang menyilaukan terutama kalau diadu pagi hari. Silau dari warna bulu ayam putih menciptakan lawan tak sanggup menatap bidikannya dengan pasti.

Nah, itulah beberapa mitos ayam bangkok putih (kinantan) yang sanggup saya jelaskan dari pengalaman saya sebagai seorang botoh pemula. Perlu diingat bahwa mitos-mitos tersebut belum tentu benar. Oleh lantaran itu, tetaplah bijak menyikapinya. Semoga sanggup bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

judi

close
judi togel