Breaking

Senin, 29 Oktober 2018

8 Indikator Dalam Menilai Kemampuan Tarung

Saat membeli ayam aduan baru, kita musti jeli dan teliti dalam menentukan ayam bangkok yang akan kita beli. Kita harus sanggup memprediksi dan menilai kemampuan ayam yang akan dibeli sehingga jumlah uang yang kita keluarkan bisa sebanding dengan ketangguhannya ketika bertarung.

Menilai Kemampuan Tarung

Kendati menilai kualitas tarung seekor ayam sabung sanggup dilakukan dengan hanya memegang bentuk tubuh ayam atau melihat ciri fisik katuranggannya, namun secara umum pehobi ayam -bahkan para botoh sekalipun, belum akan puas jikalau belum melihat bagaimana gaya tarung ayam tersebut ketika diadu. Mencoba mengadukan ayam yaitu bukti akurat dan pembenaran atas prediksi yang kita lakukan dalam menilai kemampuan ayam.

Adapun ketika mengadu ayam untuk menilai kemampuan tarung, kita harus memperhatikan beberapa hal sebagai indikator kualitas ayam yang akan dibeli. Berikut ini yaitu indikator-indikator tersebut.

 kita musti jeli dan teliti dalam menentukan  8 Indikator dalam Menilai Kemampuan Tarung
  1. Memperkaya Teknik Tarung
  2. 7 Teknik Tarung
  3. Ciri Siap Tarung

1. Kelincahan Gerakan

Gerakan yang lincah akan memudahkan ayam melaksanakan manuver serangan dan menghindari pukulan lawan. Semakin lincah ayam ketika bertarung akan semakin baik kualitasnya. Perhatikan gerakan ayam di awal pertandingan dan di tamat pertandingan, kemudian bedakan. Jika ia hanya lincah bergerak di awal, maka sanggup dikatakan pula ayam tersebut mempunyai stamina yang buruk.

2. Kemampuan Kontrol

Kemampuan kontrol yaitu kemampuan ayam dalam mengatasi pukulan lawan dengan sedikit gerakan. Dalam melancarkan serangan, ayam dengan kontrol yang manis tidak terburu-buru memberi pukulan. Ia akan menghindari lepasnya pukulan sia-sia yang tidak mengenai sasaran. Ayam dengan kontrol yang manis akan memanfaatkan waktu dan tenaganya seefektif mungkin dalam mengendalikan dan melancarkan serangan-serangan yang bersih, sempurna sasaran, dan akurat.

3. Kemampuan Menangkis Serangan

Ayam yang tidak manis pun biasanya sanggup menangkis serangan. Namun, ayam yang manis tidak akan terkena taji lawan dalam abaran. Kecepatan gerakannya memudahkan ayam menangkis serangan dan menghindari serangan berbahaya lawan.

Biasanya pada abaran, ayam akan membiarkan lawannya menyerang terlebih dahulu. Berbekal tubuh panjang dan leher yang sanggup berkelok ke belakang, pukulan kaki lawan tidak masuk ke tubuh ayam, hanya jatuh di depan kepala. Sambil berancang ancang, kepala ayam ditarik ke belakang untuk menghindari serangan dan sesaat kemudian menghantam lawan yang sudah akan mendarat. Biasanya hantaman tersebut sangat telak sehingga lawan akan tersungkur atau berada dalam posisi sangat empuk untuk dihajar.

4. Menerima Pukulan

Di samping menangkis serangan pada ketika abaran, ayam yang manis biasanya bersedia mendapatkan pukulan tanpa merasakannya Hal ini dilakukannya dalam rangka persiapan sesaat sebelum melaksanakan penyerangan balasan. Serangan akibat tersebut mengagetkan dan tidak sanggup ditangkis. Biasanya lawan akan keteteran bila menerima serangan mirip ini.

5. Akurasi Pukulan

Dalam menilai kemampuan tarung ayam ketika diadu, perlu dilihat pula kebersihan pukulan ayam. Hal ini biasanya diketahui dari bunyi benturan yang timbul. Bila suaranya gaduh, pukulan tersebut berarti tidak akurat dan tidak mematikan. Sementara, bila suaranya tunggal mirip bunyi bambu pecah, pukulannya berarti masuk atau sempurna sasaran. Pukulan ini akan menjadikan rasa sakit luar biasa. Bila pukulan mirip ini terjadi berulang-ulang, lawan akan cepat kalah. Ayam yang pukulannya higienis inilah yang bagus.

6. Serangan Balasan

Biasanya sehabis diserang, ayam kualitas juara akan segera membalas serangan tanpa memberi kesempatan lawan bersiap-siap. Bahkan lebih manis bila semakin disakiti, ayam tersebut akan semakin keras dan semakin kejam membalas serangan

7. Berebut Posisi

Cara ayam berebut posisi pun perlu diperhatikan Bagaimanapun caranya, ayam manis akan selalu memenangkan perebutan posisi menyerang, bisa dengan mendesak, memutari lawan dengan cepat, menerobos ke sela-sela kaki kemudian muncul dari belakang lawan, menyelip di bawah sayap lawan, dan sebagainya Biasanya jurus yang keluar yaitu mendesak, kemudian ngalung (kunci pukul), dan melancarkan serangan pukulan serong tanpa sanggup diantisipasi

8. Ketajaman Taji

Mencoba ayam dengan taji dilakukan untuk meng ketajaman taji, apakah segera mengenai target secara vital atau tidak. Bila hanya terkena leher saja, ayam tersebut tidak akan cepat menuntaskan pertarungan. Namun, bila yang dikenai yaitu mata atau saraf di belakang mata atau sekitar tengkuk, pertarungan akan cepat selesai.

Nah, demikianlah beberapa kriteria yang perlu menjadi pertimbangan dalam menilai kemampuan ayam ketika diuji tarung. Baik gerakan, kontrol, teknik berebut posisi, sampai akurasi pukulan, kesemuanya harus Anda pertimbangkan ketika menentukan ayam mana yang punya kualitas terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

judi

close
judi togel